Just another WordPress.com weblog

Serba Serbi Jeddah

“Kota multi etnis”

Yah, mungkin lebih dari separuh penduduk Jeddah adalah pendatang dari berbagai negara.

Lihatlah ke sonaiyah (industrial area), akan banyak dijumpai masyarakat India,Pakistan dan Bangladesh. Untuk perkantoran akan banyak dijumpai Filipino, Mesir dan Libanon. Aku kira, kalau dipersentase, komunitas India lah yang mendominasi, diikuti Pakistan dan Filipino. 

jamjoum center salah satu mall di jeddah

jamjoum center salah satu mall di jeddah

Bagaimana dengan Indonesia?

Mungkin karena pekerjanya sebagaian besar adalah perempuan, dan perempuan hanya bisa tinggal di rumah, maka mereka nggak kelihatan. Aku kira jumlahnya bisa sampai ribuan. Karena rata2 mereka menggunakan jasa pembantu asal Indonesia, yang terkenal penurut dan rajin.

Sopir2 asal Indonesia juga banyak, tapi mereka jarang berkumpul, beda sekali dengan orang2 Pakistan,India,Philippines dan Bangladesh yang suka ngumpul. Istilahnya, orang Indonesia tuh nggak kompak. Nggak ada organisasi untuk mempersatukan mereka.

Kembali ke Jeddah,

Kalau dilihat dari struktur kotanya, jalanan di Jeddah itu lebar2 dan lurus2, hampir nggak ada yang sempit.

Jadi jangan heran kalau pengemudi disini banyak yang ngawur, lihat aja di jalanan, banyak sekali mobil2 bagus tapi lecet atau penyok. Kalau di Indo kan bisa di ketok magic, kalau disini…..halah malah nanti dikira sihir dan bisa masuk penjara.

Perumahan disini, hampir semua kotak, Nggak kayak di Indo, yang bentuknya bervariasi. Satu hal yang bisa membedakan itu rumah pribadi atau untuk disewakan adalah: kalau rumah pribadi biasanya ada tembok besar sekitar 2 meteran melingkari seluruh rumah. Sedangkan rumah yang untuk disewakan, biasanya berbentuk terbuka,tanpa pagar mengelilingi gedung. Kecuali compound, yaitu semacam apartemen,yang dikelilingi pagar pembatas dan ada satpam yang menjaganya. Biasanya digunakan oleh expatriat bule dan yang bergaji besar.

Lalu kemana orang Jeddah menghabiskan waktu sehabis kerja?

Jawabannya : Mall…….

Karena disini nggak ada yang namanya bioskop yang menayangkan film Hollywood. Baru tahun 2008 aja dibuka satu bioskop,tapi isinya film2 arab, dan mungkin sudah tersensor (aku belum pernah kesana).

Nggak ada yang namanya diskotik, bar atau pub. Kalau orang Saudi pengen kayak gituan, mereka akan terbang ke Bahrain yang berjarak 2 jam penerbangan. Karena negara itu negara bebas mau ngapain aja, istilahnya kayak Las Vegas nya Amerika, tapi disitu nggak ada judi, cuma ada diskotik,minuman beralkohol,seks (tapi masih terselubung-aku taunya dari teman online asal saudi) dan berjemur di pantai.

Cuaca di jeddah itu ramah, nggak seperti di tabuk yang bersalju dan Riyadh serta Dammam, yang kalau panas bisa mencapai 50 derajat dan kalau dingin bisa di bawah 7 derajat. Banyak cerita teman2 dari site disana yang nggak betah dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrim. Banyak yang mimisan atau gampang terserang flu.

Jeddah itu meskipun panas, masih lah bisa ditolerir, meski pernah 50 derajat yang bikin pipi ini kayak bergerak2 mendidih…hehehhehehehe….soale aku juga jarang keluar2 ruangan. jadi mungkin agak sedikit kaget.

Tentang makanan,

Jangan kuatir, anda orang Philippines? ada Jolibee kok (semacam KFC nya asli Philippines), banayk sekali restoran Pakistan,India,Turki maupun Chinese Food. Untuk orang Indonesia, nggak perlu homesick, karena disini banyak warung kelontong Indonesia disetiap sudut distrik, maupun restoran Indo yang menyediakan aneka masakan dengan bumbu asli Indonesia.

Resto yang terbesar disini adalah restoran Sriwijaya, letaknya di Madinah Road dekat perempatan Sharafeeyah. Masakanannya enak, tapi harganya juga lumayan, bagi mereka yang bergaji rendah, ya mungkin pikir2 akan kesini. Herannya justru pengunjungnya banyakan orang Saudi dan beberapa bule. Mungkin mereka suka dengan penyajian menunya yang mirip dengan kelas hotel mewah, tapi dengan harga yang terjangkau. 

Resto yang enak menurutku di Mr.Satee di distrik Sharafeeyah dan di Naeem, aku suka rawonnya…hmmm…bener asli jawa timur, dan satenya yang paling enak. tapi yang sering aku kunjungi ya di resto Nusantara di daerah Rawdah,dekat supermarket Panda,karena deket rumah. Harga rata2 makanan Indo disini sekitar 6-12 riyal,tergantung jenisnya. Kalau di Sriwijaya sekitar 14-36 riyal.

Oh iya, disini kalau mau lihat perempuan arab yang cantik2 itu, pergilah ke Tahlia Street, disitu berjejer mal2 branded merk2 terkenal, atau ke Red Sea Mall dan Mall Arabiya,mall terbesar di Jeddah, tapi jangan macem2 ntar ditangkep sama mutawa (polisi syariah). Sekedar cuci mata aja.

Aku ntar bahas, gimana interaksi cowok2 lajang disini dengan para gadis, sehubungan dengan susahnya berpacaran disini. Okey……

Nantikan ceritaku selanjutnya

One response

  1. Dea zsy

    Kalau aku kesana, ajak jalan – jalan + traktir ya..

    Februari 1, 2009 pukul 2:01 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s