Just another WordPress.com weblog

Refleksi Ulang Tahun Kali Ini

Jeddah, 29 January 2009                                                        

Disadari atau tidak, dicuekin atau justru ditunggu

Ternyata, banyak yang masih ingat hari ini …..lihatlah ucapan-ucapan di fesbuk ku, lihat pula isi inbox messages ku

nggak nyangka, padahal paling males ngerayain acara-acara kayak gini

Ini keluargaku,waktu itu ibu masih jadi TKW di arab saudi

Ini keluargaku,waktu itu ibu masih jadi TKW di arab saudi

 

 

 

Sama kayak tahun lalu, sengaja aku tutup hp….hehheheheheheh, soale males dibangunin selagi tidur.

Berbahagialah aku dikelilingi orang2 yang sayang aku.

 

29 Januari kemarin, lewat tengah malam

Justru aku dikagetkan dengan mimpi kalau aku meninggal…

Ya Allah….apa arti mimpi ini.

Apa karena selisih sehari dengan 100 hari meninggalnya bapak ya.

Terus terang, aku masih selalu ingat bapak. Kalau merasa sepi, nangis dan ingat bapak.

Perjalanan hidup bapaklah yang mengajarkan aku tentang bertahan hidup.

Aku ingat betul ketika ikut bapak berjualan es sirop dengan gerobak di alun-alun Jombang dulu.

Aku masih ingat ketika harus berjualan celana dalam 1000 tiga di emperan jalan A.Yani dulu, bahkan masih ingat kala berjualan es di dekat SD Jombang 2 dulu, tempat aku sekolah SD

Aku juga ingat pernah dilempar kursi kecil sama bapak, karena waktu itu ngingetin bapak untuk ke pasar, karena aku nggak tega jika ibu yang ke pasar, harusnya kan seorang bapak yang bekerja…

Dan bapak kalau ingat itu juga selalu minta maaf sama aku……..duuuhhh….nggak tahan air mata selalu keluar ingat ini. 

Aku juga sering diajak makan nasi bungkus di warung pinggir jalan di daerah Nglundo.

Pada lebaran kemaren, 2 minggu sebelum bapak meninggal, aku tanya bapak…”Pak, warung yang dulu sering kita kesana dulu kok nggak ada lagi…..?”karena aku lihat udah berganti menjadi sebuah toko

“Iya, mungkin orangnya udah meninggal, bapak juga nggak pernah kesana lagi”…..bapak pun tersenyum, tapi air matanya keluar…seolah mengingat betapa susahnya waktu itu

Mimpi yang kemarin, memberikan pelajaran

Kalau tiap manusia pasti akan mati, entah itu 10,20 tahun lagi atau mungkin besok hari, kita nggak bisa menikmati indahnya dunia.

Aku selalu percaya akan selalu masuk surga, asal nggak musyrik, menjaga tauhid.

Masalah harus dicuci di neraka dulu, biar Allah lah yang tau. Dan mudah2an Allah melindungi ku dan keluargaku.

Kelahiran dan kematian akan menguras 2 sisi emosi manusia yang berlawanan. Akan selalu ada hikmah keduanya. Dan semua itu hanya rahasia Allah. Hanya doa2 anakmu ini yang bisa menemani tidur panjangmu pak…

Mudah-mudahan anak-anakmu ini akan menjadi manusia yang berguna bagi orang lain.

9 responses

  1. Edi

    Wah saya yang baca jadi ikutan inget dengan orang tuaku.
    Pengorbanan orang tua memang luarbiasa…!!
    Mas baratayudha sekarang tinggal di jeddah ya ?
    Salam kenal ya …, punya YM ?

    Februari 1, 2009 pukul 7:32 pm

  2. baratayudhana

    Apa ini mas Edi temenku, soalnya aku juga ada teman di SMUN 2 Jombang namanya edi dan tinggal di jeddah juga
    YM ku : destrabijaksana@yahoo.com

    Februari 2, 2009 pukul 5:53 am

  3. mustafa ernanda

    Mas terima kasih atas informasinya, tetapi saya mau minta bantuannya bisa ngak ya lamatnya dicari hanya berdasarkan nama orangnya saja, data yang diberikan ke saya pada waktu istri ingin berangkat pada hari jum’at minggu lalu waktu indonesia dan sampai saat ini saya belum dapat kabar apakah istri saya sudah sampai dan bagaimana kondisinya,data nama yang diberikan ke saya ‘MUHAMAD SAROHAN SHULAILIH ATTHUM di Jeddah cuma data tersebut yang saya dapat dari istri saya, mas saya mohon untuk dibantu seandainya bisa hanya data tersebut yang saya punya.Terimakasih atas bantuannya.

    Mustafa

    Juni 8, 2009 pukul 9:03 am

  4. mustafa ernanda

    Mas terima kasih atas informasinya, tetapi saya mau minta bantuannya bisa ngak ya lamatnya dicari hanya berdasarkan nama orangnya saja, data yang diberikan ke saya pada waktu istri ingin berangkat pada hari jum’at minggu lalu waktu indonesia dan sampai saat ini saya belum dapat kabar apakah istri saya sudah sampai dan bagaimana kondisinya,data nama yang diberikan ke saya ‘MUHAMAD SAROHAN SHULAILIH ATTHUM di Jeddah cuma data tersebut yang saya dapat dari istri saya, mas saya mohon untuk dibantu seandainya bisa hanya data tersebut yang saya punya.Terimakasih atas bantuannya.

    Juni 9, 2009 pukul 2:16 am

  5. Den Subhan

    salam kenal ahlul Jeddah. aku baru saja diterima kerja di Jeddah mas. Februari berangkat. ingin share hiruk pikuk pengalaman diJeddah,sekaligus menjalin silaturrahmi sesama org Indonesia. alamat sampeyan tepatnya dimana? terima kasih mas. wasalam

    Januari 29, 2010 pukul 4:39 am

    • Dedik Setiawan

      Mas subhan bisa kirim via email pribadi saya : destrabijaksana@yahoo.com

      Nanti akan saya buat artikel seluk beluk bekerja di jeddah, soon

      Februari 3, 2010 pukul 3:21 pm

    • Dedik Setiawan

      Saya sekarang di District/Hay Baghdadeyah, deket pertokoan Balad Corniche
      silahkan ke email pribadi saya aja:akurasi@hotmail.com

      Maret 29, 2010 pukul 8:34 am

  6. Yusuf Bakhtiar

    Wah Ded critamu mengingatkanku sama ibuku yg meninggal 3 Juli yg lalu. Aku bener2 gak nyangka beliau akan pergi secepat itu. Alhamdulillah sebelum meninggal ibuku sempat nengok aku di Riyadh sama bapakku ku invite sama family visa. Tadinya mereka pengen tinggal 2 bulan ato 3 bulan disini, berhubung disini gak ada pembantu dan lihat istriku kerepotan ngurus mereka dan anakku akhirnya mereka cuman sebulan disini. Untungnya kita sempat umroh dan ziarah ke madinah bersama. Aku kmaren bahagia banget lihat ibuku maen dan becanda sama anakku, gak taunya itu adalah senyum bahagia ibu terakhir yg pernah kulihat. Sekarang klo mo pulang kampung kurang semangat dan jg akan terasa sepi krn ibuku adalah penyemangatku dan yg selalu bikin hidup suasana. Selamat jalan ibuku, smoga amal ibadahmu terima oleh ALLAH swt…amien 3x

    Agustus 17, 2010 pukul 12:17 pm

    • Dedik Setiawan

      itulah bro, kalau salah satu orang tua udah nggak ada, sepertinya rumah itu terasa hampa,seperti ada yang kurang

      Agustus 17, 2010 pukul 12:32 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s