Just another WordPress.com weblog

“Pak Ji”, Panggilan untuk Sesama TKI

 

Nyobain Thoub (baju khas arab)

Nyobain Thoub (baju khas arab)

 

Distrik Sharafeeyah di Kota Jeddah letaknya tidak jauh dari Balad Area, sebuah area pertokoan bekas Pelabuhan Jeddah. Lokasi ini sering disinggahi jamaah haji dan  umroh dari Indonesia.

 

SAYA jarang ke Sharafeeyah. Tapi, beberapa teman kantor yang membawa istrinya untuk tinggal di Arab Saudi, sering memilih untuk tinggal di Sharafeeyah. Sebab, di daerah tersebut banyak sekali ditemukan komunitas warga Indonesia. Mereka tinggal di flat-flat di distrik ini.

Ada yang bekerja sebagai mekanik di diler mobil, penjaga toko, orang kantoran, atau pembantu rumah tangga. Banyak sekali tersebar toko-toko Indonesia. Semua tersedia, mulai toko percangan atau restoran Indonesia. Semua ada, komplet.

Sharafeeyah ini letaknya sangat strategis. Ini karena lokasinya yang berada diantara Tarik Madinah (main road Jeddah) dengan Kompleks Pertokoan Balad.
Sewa flat disini tidak terlalu mahal. Mulai dari yang cuma 1 kamar senilai 250 riyal atau sekitar Rp 625 ribu perbulan sampai 3000 riyal per bulan.

Biasanya flat yang disewakan terdiri dari 2 kamar, 1 ruang tamu, 1 dapur dan 1 kamar mandi. Yang penting untuk diperhatikan adalah masalah air. Soalnya sering bermasalah. Bahkan,. ada yang sampai harus menyimpan air di gentong besar hingga selama seminggu. Ini akibat air yang dilayani perusahaan air minum Kota Jeddah sedang macet.

Kembali ke Sharafeeyah, disini ada juga sekolah-sekolah Indonesia. Mulai dari SD hingga SMU. Jadi akses ke sekolah gampang, dan biasanya ada angkutan jemputan yang bersedia dibayar bulanan.

Untuk ibu-ibu dan bapak-bapak, setiap Jumat ada pengajian. Di Saudi ada Dakwah Center. Fasilitas ini disediakan pemerintah Saudi dengan ustadz dari masing-masing negara. Seperti Indonesia,Philippines, India maupun Pakistan. Jadi kita bisa belajar tauhid sampai bahasa arab di forum itu.

Dakwah Center sendiri tersebar di beberapa distrik. Ada yang di Salamah, Mushrefah, maupun Sanaiyah, sebuah kawasan industri di Jeddah.

Menariknya, ketika sesama TKI bertemu di jalanan atau tempat publik, ada sapaan khas. Yakni: “Mau kemana Ji” atau “Assalamu’alaikum Ji.”

“Ji” atau kependekan dari Pak Haji menjadi sebutan yang lumrah antar TKI di Arab Saudi. Sebab,

mereka tidak saling mengetahui nama. Selain itu, ini juga untuk  mempersingkat panggilan. Meski ada yang belum berhaji, namun panggilan itu sudah lazim antar TKI.

Kalau bagi orang Saudi, ada beberapa panggilan terhadap orang lain. Biasanya kalau tidak saling mengenal, mereka akan memanggil “Ya Muhammad” atau “Ya shadiq”, untuk panggilan kepada sepantaran/seumuran, atau “Ya walad”, panggilan kepada anak kecil.

Panggilan “Ya Abuya” kepada orang tua.

Atau “Ya hajjah” bagi perempuan. Jadi kalau anda kebetulan berada di Arab Saudi dipanggil kayak gitu, menolehlah. Meski nama anda bukan Muhammad atau Sodik.

Selain itu, jika berkesempatan tinggal cukup lama di Arab Saudi, anda akan familiar dengan kata “Thariq ya Hajj” saat anda berhaji. Artinya: “jalan terus Pak Haji” Sebab, biasanya dalam menjalankan ibadah haji, suasana berdesakan. (lal)

 

3 responses

  1. TRIYONO

    aku di tawari kerja di arab di bagian restoran cuma aku bingung aku gak bisa bahasa arab

    April 7, 2011 pukul 4:01 pm

    • Dedik Setiawan

      semua orang indo yang kerja disini gak bisa bahasa arab, jd jangan takut
      nanti juga bisa dengan sendirinya

      April 7, 2011 pukul 4:02 pm

  2. Ckp bagus juga, hanya kalau cerira orang di saudi orang2 nya haus cwk apa bener sih

    Januari 13, 2016 pukul 7:05 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s