Just another WordPress.com weblog

di Arab, Jangan Pernah Jalan-jalan Sendirian

Ada beberapa alasan saya menyarankan hal ini, karena masih saja terjadi sampai hari ini.

Contoh kasus pertama :

Teman saya philippines, dia orang baru dan habis gajian dia jalan-jalan ke toko dekat masjid, tanpa disangka. Dia dicegat oleh mobil yang disitu ada orang Saudi berpura-pura menjadi polisi. Teman saya ditanya “Mana ID mu?

Waktu teman tadi membuka dompet, langsung disambarlah dompetnya dan si Saudi tadi kabur. Hilanglah gaji dia selama satu bulan.

Ada teman indo, dia akan final exit (pulang ke indo,gak balik lagi).

Seteleh menerima pesangon, dia berencana untuk membeli oleh-oleh, pas di depan rumah, ada seorang perempuan dari mobil bersama laki-laki menghampirinya.

Dia bilang akan memberi sedekah padanya, dia hanya ingin memberi sedekah 50 riyal, tapi dia punya duitnya 100, jadi dia minta kembalian.

Sama kejadian kayak teman philppines tadi, setelah membuka dompet, disambarlah dompet teman.

Ini kejadian yang aku alami sendiri, beberapa kali aku ke mall terdekat sambil jalan kaki.

Boleh percaya boleh enggak, mungkin puluhan kali ada orang Saudi yang mengajak ikut ke mobilnya….tujuannya jelas, pengen nyodomi, karena susah dapetin perempuan di jalanan. Gejala sosial apa ini yang sebenranya terjadi disini??

Pernah beberapa kali juga, mendapat pelecehan seksual di taxi. Saya pernah digerayangi oleh sopir-sopir taxi.

Bahkan kejadian yang paling mengerikan adalah suatu kali ada jamaah haji asal Medan, suami istri naik taxi di Mekkah. Si sopir pura-pura ada masalah dengan mesinnya. Disuruhnyalah si suami ini untuk bantuin dorong mobil, eh gak taunya dia malah bawa kabur istri jamaah haji ini. Shock berat dianya…..

Teman sepengajian aku, Ucuk namanya, gawe di hotel, juga pernah hampir mau diperkosa oleh tamu hotel. Beruntung, dia mau berteriak….dan akhirnya si tamu hotel disuruh keluar, tapi pertama manajemen hotel gak percaya begitu aja dengan cerita Ucuk, malah terksesan menutupi.

Ini kejadian yang dialami kaum adam Indonesia,

Bagaimana dengan para tkw ????

Sudah berapa kali cerita memilukan tentang tkw ini terjadi, hampir nggak pernah putus.

Waktu aku ke bakala (warung) Indonesia, ada beberapa perempuan,tkw kita belanja juga.

Tau nggak, ada seorang sopir taxi,kayaknya orang Yaman…yang melototi si tkw ini, aku liat sendiri.

Dan kata si penjaga warung, mengingatkan si perempuan kalau nih orang arab,ngincer dia. Si tkw juga tau ternyata, tapi dia tidak khawatir karena dia ditemani sopir kita orang Indo juga.

Gilanya, mobil mereka,sopir kita dan si tkw, diikuti oleh orang Yaman ini, dan di tengah jalan, dia ngancem kalau akan bawa si tkw ke polisi karena dikiranya dia orang kaburan. Si sopir Indo belain dan nunjukin Iqama (residence permit) si tkw, bahwa dia pekerja legal. Bahkan ganti ngancam si sopir taxi akan nglaporin ke polisi karena mangganggu perempuan. Kaburlah si sopir ini….

Kita orang-orang di warung pada bengong ngliatin tingkah laku si Yaman ini, bener-bener gila, berani banget tanpa tedeng aling-aling.

Beberapa waktu yang lalu, di sebelah rumah ada tkw yang dirampok orang Banggali. Aku yang waktu itu udah mau tidur, terkesiap dengar permintaan minta tolong, yang suaranya dekat sama jedela kamarku. bener, ada perampokan. Dan untungnya si perampok ketangkep.

Kalau di Indo mah, udah babak belur tuh si perampok, tapi kalau disini, kalau nggebukin malah dimarahin sama orang Arab, mereka lebih memilih panggil polisi. hehehehhehehe….soalnya aku juga turut hampir nempeleng si rampok.

Di hotel deket rumah kita, pernah ditemukan mayat tkw kita habis dibunuh, di bekas mayatnya ditemukan bekas sundutan rokok, kayaknya dia dianiaya dulu dan diperkosa sebelum dibunuh.

Ada lagi, seorang tkw yang disuruh majikannya untuk pulang dulu naik taksi,sementara si majikan masih ada keperluan dengan keluarganya. Bukannya diantarkan sampai tujuan oleh sopir taksi itu, malah si pembantu tadi diperkosa dan dibunuh, mayatnya dibuang di tempat sampah, untungnya mayat itu ditemukan dekat rumah majikannya, jadi bisa cepat dikenali. Ini cerita dari mas Deden,sopir dari Indramayu. Asli, dai nggak boong,karena tau kronologisnya.

Laki-laki perempuan, terutama orang-orang Asia yang bekerja di Arab,berhati-hatilah kalau jalan-jalan sendiri. Saranku, ajaklah teman, minimal satu. Untuk menjaga sesuatunya. Kita nggak tau kejadian apa yang terjadi nanti, meski kita dibekali ilmu beladiri, karena orang-orang disini banyak yang nekat dan berani.

21 responses

  1. thanks infone…

    Juli 3, 2009 pukul 9:26 am

  2. ummu fathimah

    gak jadi ah ke sana buat kerja…..
    buat naek haji aja, insya Allah….

    Juli 29, 2010 pukul 4:59 am

    • Dedik Setiawan

      Untuk perempuan,alangkah baiknya ada mahramnya
      Jadi kalau ingin bekerja disini, lebih baik sama suaminya

      Juli 30, 2010 pukul 2:13 pm

  3. ummu fathimah

    mas, alhamdulillah, suami ana diterima kerja sebagai sopir di yanbu. cuma tanya, apa sebagai sopir dengan penghasilan 1000sar ada kemungkinan boyong keluarga 1 tahun lagi? denger-denger cukup sulit ya?

    Agustus 9, 2010 pukul 5:14 am

    • Dedik Setiawan

      Yanbu itu daerah industri dekat sama Madinah, sekitar 400km utara Jeddah
      Maaf sekali,kalau untuk visa sopir sepertinya tidak bisa bawa keluarga.
      Ada alternatif kalau anti ingin ikut suami kesini
      Yang pertama dengan visa pembantu, suami anti bisa mengusahakan lewat sponsor/kafil/juragan suami
      Yang kedua, dengan visa bebas, tanpa perlu sponsor, tapi harganya tentu mahal,sekitar 10,000 riyal

      Agustus 11, 2010 pukul 4:48 pm

  4. ummu fathimah

    apakah dengan visa pembantu, bearti saya juga harus kerja jadi pembantu di sana dan terikat kontrak kerja? rencananya nengok aja selama sebulan di tahun depan terus pulang. kalo visa kunjungan mahal sekali ya……

    Agustus 12, 2010 pukul 2:23 am

    • Dedik Setiawan

      tidak harus bekerja jadi pembantu, ya itu tadi…suami mbak pendekatan ke majikan, apakah bs mengusahakan calling visa buat mbak,tanpa mbak harus bekerja kepadanya.
      Kalau rencana nengok aja, suami mbak jg gak bs bawa mbak,karena terkendala profesi
      Dan itupun jg membuang banyak uang, mau di inapin dimana nanti mbaknya? tiket pp nya gimana? fiscal tax nya gimana?
      Apakah itu sudah mbak pertimbangkan? Belum lagi,apakah suami mbak bisa medapat ijin dari majikan untuk membawa dan menemani mbak selama disini

      Agustus 13, 2010 pukul 1:52 pm

  5. Anang

    Saya pengen kerja jd supir gajinya min 9jt rupiah…sopir apa dan dmn yach…jzk khoir

    Januari 3, 2011 pukul 9:43 am

    • Dedik Setiawan

      sepertinya sulit bagi seorang supir dengan gaji 9jt
      mungkin di eropa,tp kan PJTKI kita nggak ada akses ke negara Eropa

      Januari 4, 2011 pukul 9:49 am

  6. Hamdan Itsno

    Ass.. M’f, rencananya sy sm istr sy akn d krm visa sopir+pmbantu rumah tangga, tp ap betul kmi dpt bkerja d 1 majikan.. & yg sngt ak hwtrkn, ak pny pnykt stlh cekup d jakart.. Kbnykn clon tki gagal berangkat krn adny penyakit.. Ap ad konfirmasi lain ktk ad penykit, demi tdk ggalny kbrngktan..

    April 7, 2011 pukul 3:10 am

    • Dedik Setiawan

      Masnya bisa berangkat dan bekerja dengan satu majikan, malah kebanyakan majikan menginginkan hal tersebut, biar kerasan kerja disini
      Penyakit mas apa dulu? kalau penyakit HIV AIDS, hepatitis pasti akan gagal
      Tapi setahu saya,selain penyakit itu tidak mengapa,masih bisa ditolerir

      April 7, 2011 pukul 3:55 pm

  7. astagfirullah…masa iya si ..kejam bngt kelakuan orang sana katanya tanah suci…gmn siy…udh di zinahin,di bunuh and di buang lg ke tempat sampah…..dmn moral mereka ?? saya fikir si bukan muslim tapi lebih2 dari orang kafir donk kelakuannya….terus polisi2 arab kmn??? tiduur kali ya….klo saya yg mengalami lebih baik melawan walaupun mati tarohanya ..gk pa2 kan mati syahid…

    Juni 18, 2011 pukul 12:46 pm

  8. Saiful Gozi

    Mas Dedik,
    Saya ingin penjelasan yang lebih realistis, sumber beritanya jelas dan dapat dipertanggung jawabkan dan tidak men-genaralisir yang berhubungan tentang artikel sampeyan ini mas. Soalnya kalau di cermati dan di simpulkan tulisan sampeyan itu ada beberapa point yang sangat mengerikan yang bunyinya misalkan: Sopir taxi itu adalah warga negara Arab asli, Pemerkosa itu adalah orang arab asli, pelaku kejahatan itu adalah warga negara arab dan di semua propinsi di saudi arabia, pelaku kejahatan itu ada dimana-mana di semua wilayah arab, dan kesimpulannya adalah pertanyaan orang yang dengan rasa tidak percaya dan penuh dengan ketakutan bertanya “Apakah memang begitu kenyataan hidup di semua tempat di saudi? dan apakah aku harus membatalkan rencanaku untuk bekerja disana atau aku harus terus maju kesana? Lantas, bagaimana caraku mengatasi kenyataan yang ada disana itu jika aku memutuskan untuk tetap berangkat ke saudi sana? ”

    Mohon di jelaskan lebih terdefinisi dengan jelas dan faktual mas, supaya rasa takut ini memang sesuai dengan kenyataannya di saudi sana.

    September 3, 2012 pukul 6:27 pm

    • Dedik Setiawan

      Yang saya ceritakan adalah pengalaman pribadi dari saya dan teman2 kantor orang Indonesia dan philippines, dan bukan menggeneralisir tapi berdasar fakta dilapangan.
      Blog saya ini adalah pengalaman hidup selama saya tinggal di Saudi. Baik dari cerita riil teman2 seperjuangan TKI disini maupun dari teman2 kantor saya sendiri
      Kalau mas Saiful merasa takut untuk datang kesini ya gak bakalan ada habisnya, cerita kriminal itu bukan hanya terjadi disini,tapi diseluruh dunia,cuma kemasannya berbeda2.
      Untuk mengatasi rasa ketakutan, sebaiknya dalam beberapa bulan pertama untuk tidak keluyuran sendiri, harus ada teman. Tapi ya masa sebagai laki2 kok takut.
      Kalau kitanya nggak memancing masalah atau nggak neko2 insyaAllah ga ada masalah yang menghampiri

      September 4, 2012 pukul 5:47 am

  9. Younes wife

    Thank you infonya mas, rencananya awal tahun depan mau kesana, jadi bs lbh hati2

    November 11, 2012 pukul 2:55 am

  10. Anda tinggal di Jeddah. Saya kota-kota lain berbeda dengan kota Jeddah. Apalagi Kota Makkah dan Madinah yg di rahmati. Keturunan para sahabat nabi dari kaum Muhajirin dan Anshar. Saya meragukan tingkat ketaqwaan masyarakat Jeddah karena sebagian besar bukan orang Saudi asli.

    Desember 26, 2014 pukul 10:18 am

    • Dedik Setiawan

      Meski demikian, orang2 di Jeddah kalau sholat jamaah semangat, masjid2 selalu penuh, beda dengan Indonesia yang hanya maksimal 2 baris shof

      Februari 2, 2015 pukul 4:52 am

  11. wah menakutkan juga ya

    Juli 12, 2015 pukul 3:11 pm

  12. riyanto jayadi

    Yth bapak/ibu,

    Kami sangat khawatir dengan kejadian2 ini. Kami sedang menggali cerita terkait “… jamaah haji asal Medan, suami istri naik taxi di Mekkah. Si sopir pura-pura ada masalah dengan mesinnya. Disuruhnyalah si suami ini untuk bantuin dorong mobil, eh gak taunya dia malah bawa kabur istri jamaah haji ini. … ”

    mohon bantuan informasinya, dari siapa atau rujukan sumber mana cerita ini anda dapatkan ? agar bisa kami telusuri lebih lanjut, terima kasih.

    September 21, 2015 pukul 3:56 am

    • Dedik Setiawan

      ini cerita pribadi saya mas riyanto, asli

      September 21, 2015 pukul 9:40 am

  13. muhammad alpin

    ass. mas.

    November 22, 2016 pukul 2:14 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s