Just another WordPress.com weblog

Surat Terbuka untuk Guru & Kepala Sekolah Indonesia

Pertama, saya sedikit kecewa bahwa sistem penerimaan siswa baru, masih sama saja dari tahun ke tahun. Tetep moroti orang tua siswa.

Sekarang malah lebih terbuka minta sumbangan,dengan cara wawancara dengan calon wali murid.
Embel-embelnya sukarela,semampunya.
Tapi para guru ini pintar, mereka memanfaatkan karakteristik orang Indonesia yang nggak enakan alias sungkan. Atau malah ada yg pengen menunjukkan bahwa “saya juga bisa”.
Bapak-bapak, ibu-ibu guru yang saya sayangi, tolonglah……kami ini hanya pengen merasakan manisnya duduk di sekolah unggulan.

Apakah sekolah ini hanya untuk kaum yg berpunya???
Meski ada semacam keringanan bagi yang tidak berpunya, tapi tetap saja hal itu harus dilakukan orang tua siswa,tetap menyumbang kan bu….?
Harus bersusah-susah meminta surat dari RT dan kepala desa, harus menyimpan malu demi masa depan anaknya.
Apakah bapak dan ibu pernah merasakan gimana rasanya di posisi wali murid tidak mampu atau yg kelas menengah.

Tetap pak, bu…..pusing nyari utangan atau seseran kesana kemari demi si anak.
Saya nggak akan pernah percaya pendidikan gratis di Indonesia, jika para guru dan kepala sekolah tetap menyuburkan praktek-praktek sumbangan ini, meski legal…….apakah tidak melihat sisi kemanusiaan, sisi masa depan pendidikan Indonesia.

Dimana rasa keadilan pendidikan itu???
Saya ada tetangga, anaknya pintar, tapi nggak mau ke sekolah unggulan karena diminta sumbangan ini itu, bapaknya nggak mampu. Walaupun sumbangan yang diminta “cuma” 2 juta….yah…cuma, kalau kalimat itu ditujukan bagi para guru dan kepala sekolah.

Saran dari penulis:
Kayaknya nggak bisa mengandalkan hati nurani dari bapak/ibu guru lagi. Karena komersialisasi dan kepentingan lain lebih banyak.
Seharusnya pemerintah mengintervensi dengan membuat peraturan pemerintah untuk memerintahkan tidak ada lagi segala jenis pungutan,sumbangan,walaupun sukarela.

Inilah mimpi kami generasi muda Indonesia.
Alangkah indahnya bersekolah, hanya memikirkan pelajaran dan berkreasi tanpa pusing memikirkan uang ini itu.
Kalaupun ada kelas internasional, pemerintah daerah harusnya memberikan fasilitas full, hingga pihak sekolah nggak punya alasan lagi untuk memungut biaya-biaya lagi.

Mana nih, audit keuangan sekolah???? Harusnya dipublikasikan. Saya nggak yakin pengunaan dan sumber dananya mengalir legal semua.

Bagi pihak sekolah…….bapak dan ibu guru kan udah dinaikkan gajinya, mbok ya ada tenggang rasa nggak nyari seseran, (kalau masih terjadi)…maaf kalau nggak ada. Segala macam jabatan dan pekerjaan nantinya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.
Mudah-mudahan cita-cita kami terwujud,dengan bisa mengalahkan Singapura dan Jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s