Just another WordPress.com weblog

Berhaji buat expatriate di Arab Saudi

Bersama teman-teman dari Jeddah di bukit Mina

Anda orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi?? Anda harus berhaji, karena ini kesempatan yang langka. Nggak usah pikir yang macam-macam, selagi anda bisa dan ada kesempatan, ambillah kesempatan itu.

Ada beberapa cara berhaji bagi anda orang Indonesia di Arab Saudi :
1. Mendaftar lewat hamlah/agen haji resmi
2. Mendaftar ke beberapa orang Indonesia yang menyediakan fasilitas bus dan makan selama di Mekkah,tapi tidak resmi
3. Mendaftar ke Islamic Center,bagi anda yang mualaf (kadang diberikan bagi kita yang dekat dengan ustadznya)

1. Mendaftar Lewat hamlah resmi

Saya banyak bertanya ke teman-teman dimana sebaiknya saya mendaftar haji jika ingin haji resmi (maksudnya nggak lewat jalan tikus & mendapat visa resmi ke Mekkah (tasreh). Jadi kalau anda mendapat tasreh,anda baru bisa berhaji lagi 5 tahun kemdian.

Silahkan jalan-jalan ke arah sary street di hay safa,belakang aziz mall,disitu tersebar hamlah-hamlah haji.
Akhirnya saya bergabung dengan Majalah Qiblati (Kalau anda sering ke bagala/warung Indonesia-tersedia majalah ini). Kami membayar 2600 riyal per orang (harga ini turun dari awalnya 3200 riyal karena tahun 2009 banyak yang takut berhaji sebab kasus flu babi)

Ternyata majalah Qiblati ini bekerjasama dengan hamlah Al-Kaaf di Sary st dekat dengan restoran Kudu
Nomor telponnya 0535757446, atau bisa buka websitenya: http://www.alkaffgroup.com

Jadi kalau anda stay di Jeddah cobalah anda sisihkan uang 3000 riyal untuk berhaji yang aman,nyaman, dan pemandunya sudah teruji dan bisa mempertanggungjawabkan sesuai syara’, soalnya banyak sekali dari orang kita yang kurang ilmu dalam berhaji.
Disini kami digabung dengan teman-teman dari Libanon,Mesir,Jordan,India dan lain-lain
Sedangkan kami dari Indonesia ada sekitar 90 orang,setengahnya adalah perempuan.

Pemondokan kami kebetulan di bukit Mina,dimana semua aktivitas jamaah haji kelihatan,pemandangan yang indah. Makannya juga terjamin, menu makanannya sih kebab,kabsah dan makanan yang serba ayam,sapi dan kambing. Kalau nggak mau,disediakan indomie. Transportasi kami terjamin, pulang pergi dari Jedah-Mekkah-Jeddah, dan juga Mina-Masjidil Haram, jadi lumayan bisa menghemat tenaga, beda dengan hajian saya yang pertama,dimana tiap hari harus berjalan 14km Mina-Al Haram selama 3 hari,begitu capeknya kami waktu itu.

2. Mendaftar ke beberapa orang Indonesia yang menyediakan fasilitas bus dan makan selama di Mekkah,tapi tidak resmi

Kalau mendaftar lewat kayak gini,anda harus berhati-hati,jangan terlalu percaya dengan fasilitas yang disediakan. Harganya sekitar 600-1000 riyal. Carilah yang benar-benar sudah berpengalaman, bisa tanya ke warung-warung Madura yang tersebar di Saudi ini.
Fasilitasnya makan menu masakan Indonesia,transport pulang pergi, menginap di tenda (campur laki perempuan sewaktu di Arafah-banyak nyamuknya),

Kemudian menginap di daerah Aziziyah (jadi kalau mabit di Mina,anda harus berjalan ke Mina dulu,sebagai syarat berhaji (dulu saya nggak mengikuti pemandunya yang hanya berputar di jamarat/nggak mabit,hanya lewat saja, jadi saya dan 3 orang teman saya terpaksa jalan2 di sekitar tenda orang Indonesia yang kebetulan terletak di Mina, yang penting saya sudah mabit. Beda dengan yang resmi,kami cuma menginap di Mina saja selama hajian itu,tidak berpindah-pindah.

Alhamdulillah saya sudah 2 kali haji, yang pertama saya bayar 1100 riyal lewat orang Madura, pengalaman pertama ini, lumayan juga, makanan dan transportasi saya terjamin, meski kadang saya makan di luar (di Mekkah banyak orang Indo yang jualan makanan) jadinya saya lebih tertarik makan di luar,karena banyak pilihan. Waktu itu kami sedikit deg-degan, karena lewat check point polisi. Untungnya kami lolos, karena waktu itu beking nya katanya kuat.

Tapi setahun kemudian waktu saya daftar di tempat yang sama, pemiliknya (mang Dul) ditangkap polisi dan di black list polisi untuk tidak melakukan kegiatan perhajian. Untungnya waktu itu saya belum bayar.
Tahun 2009 kemarin, karena saya membawa istri kesini, jadinya saya harus pilih-pilih hamlah yang bagus, saya tidak ingin ada masalah karena ini hajian pertama istri

Bagi anda yang belum pernah hajian,saya sarankan anda cari yang resmi dulu, kalau tidak cukup uangnya,yah emang ini bisa jadi pilihan. Tapi resikonya : anda bisa diturunkan di check point,kalau kebetulan ketemu polisi. Anda bisa dibawa ke kantor polisi,ditahan 24 jam sehingga anda gagal berhaji, dan kemungkinan anda juga bisa ditipu oleh agen haji tak resmi ini. Jadi bersiap-siap aja dengan kemungkinan terburuk.

3. Jika anda mualaf, mendaftarlah ke Islamic center yang banyak tersebar di kota-kota di Saudi, kalau nggak tahu,anda tanya-tanya ke teman-teman Indo disini atau bertanya ke guru-guru yang bekerja di Sekolah Indonesia,pasti mereka tahu.
Namun,ada 2 teman kantor saya yang beruntung,meskipun dia bukan mualaf, dia mendapat tawaran dari seorang ustadz untuk berhaji gratis alias tidak bayar apapun dengan fasilitas yang super lumayan.
Yah namanya juga nasib baik

7 responses

  1. insyi

    ass. wr wb.

    Mas,

    Berapa hari yang dibutuhkan untuk haji (ijin atau cuti), jika kita bekerja di Al Khobar?

    April 1, 2010 pukul 9:51 am

    • Dedik Setiawan

      Tergantung masnya mau ambil haji apa dulu
      Kalau haji tamattu,pastinya harus berangkat minimal 2 hari sebelum hari wuquf atau tanggal 7 dzulhijjah
      Kalau nafar awwal berarti cukup 5-6 hari,kalau nafar akhir 7harian
      itu plus istirahatnya ya,biar nggak terlalu capek
      Kalau masnya di Al Khobar,saya sarankan mas ke hamla (agent haji) yang terdekat,nanti dia bisa jelaskan

      April 1, 2010 pukul 3:05 pm

      • insyi

        Terima kasih atas penjelasannya.

        April 2, 2010 pukul 12:24 pm

  2. Slm my prend Aku aku seorng tkw di saudi,tp klo mau kluar/mjikan ktat.
    Kbnyakn tkw pd bbas thn skrng tp aku ga
    ..apa hrs kabur,, atw sbr?
    Sbab klo kabur jg ku ga pnya tmn,,mngkn
    sobat bs bntu.ditunggu blsnnya..lovia

    November 8, 2012 pukul 1:36 pm

    • Dedik Setiawan

      kabur aja mbak langsung ke KJRI jeddah, langsung nyegat taksi (tapi kalau bisa orang india aja) minta diantarkan ke safarah Indonesia
      kalau takut ya tunggu aja ampe kontrak mbaknya habis

      Desember 12, 2012 pukul 5:23 am

  3. gun

    Sy mau hajian dari indo, tp sy stahun kebelakang ada masalah di saudi, srhingga masuk penjara sy takut di black list,
    Kalo misalkan sy di black list apa sy bisa masuk untuk hajia?n

    April 1, 2016 pukul 1:15 am

    • Dedik Setiawan

      Kalau masnya sudah dipenjara berarti sudah melaksanakan hukum yg di saudi. Terkecuali kalau bapak kabur sebelum melaksanakan kewajiban hukum alias belum dipenjara. Insyaallah tidak apa2

      April 4, 2016 pukul 9:07 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s